Tuesday, November 19, 2013

KAIDAH FIKIH KE 12 : PERUBAHAN KEBIASAAN WANITA YG MEMILIKI KEBIASAAN HAID KARENA 5 HAL



KAIDAH FIKIH KE 12 : PERUBAHAN KEBIASAAN WANITA YG MEMILIKI KEBIASAAN HAID KARENA 5 HAL

Perubahan kebiasaan wanita yg memiliki kebiasaan haid karena 5 hal
Yaitu :
1.       Karena ada tambahan.
Contoh : kebiasaan 5 hari berubah menjadi 7 hari selama tiga bulan berturut turut
Hukumnya : setelah 3 bulan, maka bulan pertama saat berubah dihitung haid
2.       Karena berkurang.
Contoh : dgn cara melihat tanda putih atau tanda keringnya darah(jarang).
Hukumnya : hari yg berkurang tdk dihitung haid.
3.       Karena permulaan haid maju ke depan.

Contoh : kebiasaan haid awal bulan, ternyata berubah akhir bulan sudah haid
Hukumnya : hukum asalnya tdk dihitung haid, ikut haid pada perubahan haid yg kedua.


4.       Karena permulaan haid mundur
Hukumnya :  
5.       Berpindah.
Contoh haid kebiasaanya awal bulan, tiba2 berpindah tengah bulan.


(Kitab alqowaid al kulliyyah wa dhowabit al fiqqiyyah- ibnul mibrod
Diringkas secara makna dari ceramah ustad Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi
Yg bergaris miring, catatan penting dan faedah adalah penjelasan dari ustad dzulqarnain.)
 

KAIDAH FIKIH KE 11 : WANITA ISTIHADHOH ITU ADA ENAM KEADAAN



KAIDAH FIKIH KE 11 : WANITA ISTIHADHOH ITU ADA ENAM KEADAAN

Wanita istihadhoh itu ada enam keadaan ‘
Yaitu :
1.       Wanita yg baru pertama kali haid, tdk memiliki tamyiz (tdk bisa dibedakan darahnya)
Hukumnya disamakan dgn kebiasaan umumnya perempuan,6 atau 7 hari.
2.       Wanita yg baru pertama kali haid, tp memiliki tamyiz (bisa dibedakan).
Hukumnya dia beramal dgn tamyiz.
3.       Wanita yang punya kebiasaan, tidak meiliki tamyiz.
Hukumnya sesuai kebiasaan.
4.       Wanita yang punya kebiasaan, punya tamyiz.
Hukumnya dia beramal dgn kebiasaanya, karena kebiasaan tdk bertentangan dgn tamyiz
5.       Wanita yang punya kebiasaan, tp kebiasaannya lupa. Tdk punya tamyiz
Hukumnya disamakan dgn kebiasaan kebanyakan perempuan.
6.       Wanita yang punya kebiasaan, kebiasaannya lupa, tp memiliki tamyiz.
Hukumnya dia beramal dgn tamyiz.

KAIDAH FIKIH KE 10 : DARAH YG KELUAR DARI PEREMPUAN ADA EMPAT



KAIDAH FIKIH KE 10 : DARAH YG KELUAR DARI PEREMPUAN ADA EMPAT

Darah yg keluar dari (kemaluan) perempuan ada empat
Yaitu :
1.       Haid : darah kebiasaan wanita yg keluar di waktu2 yg dimaklumi
2.       Nifas : darah yg keluar disebabkan karena melahirkan
3.       Istihadhoh : darah tambahan yg keluar melebihi waktu darah haid.
4.       Darah rusak : darah selain ketiga diatas.

Catatan penting :
1.       Sebagian ahli fikih menyebutkan darah  ke-lima yaitu darah perawan, tp hal ini tdk ada kaitannya dgn pembahasan.
2.       Contoh jika darah hitam keluarpertengahan bulan pdhl haid jadwalnya adalah awal bulan, warnanya hitam maka bukan darah istihadhoh, jadi darah tsb adalah darah rusak.

(Kitab alqowaid al kulliyyah wa dhowabit al fiqqiyyah- ibnul mibrod
Diringkas secara makna dari ceramah ustad Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi
Yg bergaris miring, catatan penting dan faedah adalah penjelasan dari ustad dzulqarnain.)

KAIDAH FIKIH KE 9 : APA2 YG KELUAR DARI DZAKKAR/KEMALUAN LAKI2 ADA 5 PERKARA



KAIDAH FIKIH KE 9 : APA2 YG KELUAR DARI DZAKKAR/KEMALUAN LAKI2 ADA 5 PERKARA

Apa2 yg keluar dari dzakkar/kemaluan laki2 ada 5 perkara :
1.       Kencing : najis
2.       Wadhiyyu : najis
3.       Madhiyyu : najis
4.       Mani : suci
5.       Yang jarang selain dari empat yg diatas, ada 4, yaitu :
a)      Cacing/ulat
b)      Rambut
c)       Batu kecil
d)      Darah

Catatan penting :
1.       Mani suci berdasarkan hadits bukhori muslim, seandainya najis tdk cukup di kerik.
2.       Hendaknya seseorang bisa membedakan hal2/dzat tsb diatas.
3.       Mani : air kental agak keruh yg keluar karena syahwat, dan disertai keletihan, berbau seperti adonan roti.
4.       Madhi adalah Air tipis, tidak berbau, keluar ketika mengingat hal2 yg menjurus atau melakukan pendahuluan sebelum jimak
5.       Wadhi adalah Air yg keluar setelah kecing biasanya karena letih atau syahwat tinggi.

(

Kitab alqowaid al kulliyyah wa dhowabit al fiqqiyyah- ibnul mibrod
Diringkas secara makna dari ceramah ustad Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi
Yg bergaris miring, catatan penting dan faedah adalah penjelasan dari ustad dzulqarnain.)